Yaa Rabbi...
Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Uthman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumáĤAmiin ya Rabbal'alamin.
Makna “Al Birr”
Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam (artinya) :
“Al Birr adalah baiknya akhlaq”. (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794).
Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq..
“Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.” (Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259)
Berkata Urwah bin Zubair mudah-mudahan Allah meredhai mereka berdua tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS. Al Isra’ : 24)
Yaitu: “Jangan sampai mereka berdua tidak ditaati sedikitpun”. (Ad Darul Mantsur 5/259)
Berkata Imam Al Qurtubi mudah-mudahan Allah merahmatinya :
“Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/ menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, sebagaimana Al Birr (berbakti) kepada keduanya adalah memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Oleh karena itu, apabila salah satu atau keduanya memerintahkan sesuatu, wajib engkau mentaatinya selama hal itu bukan perkara maksiat, walaupun apa yang mereka perintahkan bukan perkara wajib tapi mubah pada asalnya, demikian pula apabila apa yang mereka perintahkan adalah perkara yang mandub (disukai/ disunnahkan).
(Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an Jil 6 hal 238).
Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah mudah-mudahan Allah merahmatinya:
Berkata Abu Bakr di dalam kitab Zaadul Musaafir “Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar dia bisa tertawa (senang) kembali”. (Ghadzaul Al Baab 1/382).
Hukum Birrul Walidain
Para Ulama’ Islam sepakat bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib, hanya saja mereka berselisih tentang ibarat-ibarat (contoh pengamalan) nya.
Berkata Ibnu Hazm, mudah-mudahan Allah merahmatinya.
“Birul Walidain adalah fardhu (wajib bagi masing-masing individu). Berkat beliau dalam kitab Al Adabul Kubra: Berkata Al Qodli Iyyad: “Birrul walidain adalah wajib pada selain perkara yang haram.” (Ghdzaul Al Baab 1/382)
Dalil-dalil Shahih dan Sharih (jelas) yang mereka gunakan banyak sekali, diantaranya:
1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua IbuBapa”.
(An Nisa’ : 36).
Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah, serta tidak didapatinya perubahan (kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini. (Al Adaabusy Syar’iyyah 1/434).
2. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya”.
(QS. Al Isra’: 23).
Adapun makna ( qadhoo ) = Berkata Ibnu Katsir : yakni, mewasiatkan. Berkata Al Qurthubiy : yakni, memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan. Berkata Asy Syaukaniy: “Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya, ini pemberitahuan tentang betapa besar haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi (perintahnya). (Fathul Qodiir 3/218).
3. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman : 14).
Berkata Ibnu Abbas mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua “Tiga ayat dalam Al Qur’an yang saling berkaitan dimana tidak diterima salah satu tanpa yang lainnya, kemudian Allah menyebutkan diantaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya) :
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapamu”, Berkata beliau. “Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua Ibu Bapaknya, tidak akan diterima (rasa syukurnya) dengan sebab itu.”
(Al Kabaair milik Imam Adz Dzahabi hal 40).
Berkaitan dengan ini, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassallam bersabda (artinya) :
“Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua” (Riwayat Tirmidzi )dalam Jami’nya (1/ 346), Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).
4. Hadits Al Mughirah bin Syu’bah – mudah-mudahan Allah meridhainya,dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda(artinya) :
“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta-minta (bakhil) dan Allah membenci atas kalian (mengatakan) katanya si fulan begini si fulan berkata begitu (tanpa diteliti terlebih dahulu), banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan membuang-buang harta”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1757).
Thursday, July 28, 2011
...Al-quran Pedoman HIDUP...
Dengan wuduk, kau sentuh aku dalam keadaan suci…
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari…
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun menciumku mesra, mesra sekali…
Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau tidak berminat lagi kepadaku..?
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah..?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuan?
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan aku
hinga kadang engkau lupa dimana menyimpannya..
Aku sudah engkau anggap sebagai perhiasan rumahmu saja,
Kadang kala aku dijadikan maskawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syaitan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, didalam laci, aku engkau padamkan…
Dulu ..pagi pagi..di rumah-rumah engkau bacakan beberapa halamanku…
Sore harinya, aku kau baca beramai-ramai bersama teman-temanmu di surau….
Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi…
Engkau bacakan koran pagi atau nonton berita tv..
Waktu senggang kau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah maha perkasa
Engkau campakkan, engkau lupakan…
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembukaan surat-suratku (basmalah)
Di perjalanan engkau lebih aszik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset berisi ayat Allah yang terdapat dalam laci telefonmu
Sepanjang perjalanan radiomu tertuju ke stasiun favoritmu
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
E-mail temanmu yang ada ayat-ayat ku pun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu…
Benarkah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku…?
Bila malam tiba engkau tahan menonton berjam-jam di depan tv
Menonton pertandingan liga inggris, musik, film atau drama
Waktupun cepat berlalu….aku semakin kusam dalam lemari
Mengepul debu, dilapisi abu, dan mungkin dimakan kutu…
Seingatku hanya awal bulan ramadhan engku membacaku kembali
Itupun hanya beberapa halaman dariku…
Dengan suara dan lafaz yang tidak semerdu dulu…
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi membaca..
Apakah , tv, radio, komputer dapat memberimu pertolongan
bila engkau dikubur sendirian menunggu kiamat tiba..??
Engkaupun kan diperiksa oleh malaikat suruhan-NYA…
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya
Setiap saat berlalu ….kuranglah jatah umurmu..
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggumu
Engkau bisa kembali pada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu
Bila aku kau baca selalu dan kau hayati
Dikuburmu nanti….aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan quran yang membantumu..
Dalam perjalan di akhirat nanti akulah Al-Qur’an kitab suci yang senantiasa menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi…bacalah aku kembali setiap hari..
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci…
Yang berasal dari Allah Tuhan yang maha mengetahui
Yang disampaikan Jibril kepada Nabi..
Sentuhlah aku kembali…
Bacalah…dan pelajari aku kembali lagi
Setiap datangnya pagi dan sore
Seperti dulu….dulu sekali…
Jangan aku engkau biarkan sendiri dalam bisu dan sepi
Maha Benar Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Allah telah berfirman:
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan". (QS. Al Furqan : 30)
Sunday, June 19, 2011
...SEindah Wanita Solehah....
![]() |
| WANITA SOLEH |
9 tips menjadi wanita cantik:
1) Jadikanlah ghadul bashar (menundukkan
pandangan) sebagai celak bagi kedua belah alis
mata kalian. Insya ALLAH, pandangan visual kalian
akan menjadi makin jernih dan bening.
2) Oleskanlah lipstik kejujuran dan kebenaran (al
haq) pada ulasan bibir delima kalian. Insya ALLAH,
ukiran senyuman kalian akan bertambah manis
dan dihargai sesama.
3) Bedakkanlah raut wajah kalian dengan kosmetik
yang berasaskan malu dan keadaban.
Insya ALLAH, kesederhanaan lahiriah yang kalian
biaskan itu akan menyejukkan mata yang
memandang.
4) Lumurkanlah sabun istighfar ke sepelusuk
anggota badan kalian. Insya ALLAH, ia bisa
mengikis daki kotoran dosa dan kesalahan yang
telah kalian lakukan.
5) Rawatkanlah rambut kalian dengan hijab
ISLAMI. InsyaALLAH, ia akan menyelimuti azaraul
jasad sang hawa daripada menjadi mangsa
kerakusan insan yang terlepas daripada tambatan
keimanannya.
6) Sarungkanlah kedua-dua belah tangan kalian
dengan gelang sedekah dan jari-jemari kalian
dengan cincin ukhuwwah Islamiyyah. InsyaALLAH,
kelak kalian akan temui warga Sholihin yang
nilaiannya melangkaui segunung emas permata.
7) Alunkanlah kemerduan dan kesyahduan suara
kalian dengan tilawatul Quran dan zikrullah.
Insya ALLAH, berkat kekhusyukan dan
penghayatan, hulwatul Iman akan dikecapi ruh
kalian sebagaimana lidah merasakan kemanisan
makanan.
8) Luruskanlah postur tubuh badan kalian dengan
ketulusan dalam menunaikan solat dan
pengibadatan kepada Yang ESA. Insya ALLAH,
takkan DIA persia-siakan keikhtilasan atau
keikhlasan atau keistiqomahan kalian dalam
mencari keredhoan-NYA.
9) Hembuskanlah nafas taabud wa taqarrub ila
ALLAH SWT ke dalam ruh dan sanubari kalian.
InsyaALLAH, selama itu takkan kalian rasai
ketandusan kasih sayang maupun kegelisahan
dalam kehidupan.
Semuga bermanfaat bagi kita semua.
terutama kepada wanita muslimah,,amin.
Saturday, May 7, 2011
...Wali Allahswt...
![]() |
"Barangsiapa yang menyakiti wali-Ku , maka Aku isytiharkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan suatu pekerjaan yang lebih Aku sukai daripada dia mengerjakan apa yang Aku telah fardhukan keatasnya. Dan sentiasalah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melakukan yang sunat sehingga Aku cinta kepadanya. Maka apabila Aku telah mencintainya, adalah Aku-lah yang menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia tamparkan dengannya, dan kakinya yang ia berjalan dengannya; Dan sesungguhnya, jika ia meminta kepada-Ku, nescaya Aku berikan kepadanya; Dan sesunggunya, jika ia memohon perlindungan kepada-Ku nescaya Aku berikan perlindungan kepadanya." (Riwayat Imam Bukhari)
Hurainannya:
Barangsiapa yang menyakiti Wali-Ku, maka sesungguhnya Aku mengisytiharkan perang kepadanya.
Wali menurut bahasa ertinya qarib yakni dekat. Jadi Wali Allah (kekasih Allah) ialah orang yang sentiasa bertaqarrub (mendekatkan dirinya) dengan Allah. Dan atas sebab maka itulah Imam An Nawawy mengertikan Wali Allah disini ialah orang yang beriman (mukmin). Jadi mukmin yang tekun beribadat lagi tabah dalam mentaati Allah, melaksanakan suruhan-Nya dan menjauhkan dirinya daripada maksiat serta tidak terlalu mementingkan kesedapan duniawi, inilah yang disebut dengan Wali Allah. Wali Allah ada pada setiap masa dan zaman tetapi mereka susah dikenal pasti.
Golongan inilah yang cuba dijelaskan oleh Rasulullah kepada Saidina Omar Ibnu Al Khattab RA dalam dialog mereka:
Rasul: Para Nabi dan para syuhada akan cemburu kepada segolongan hamba Allah kelak diakhirat kerana kedudukan mereka yang tinggi di sisi Allah padahal mereka bukan para Nabi.
Omar: Siapakah mereka wahai Rasul?
Rasul: Mereka ialah satu kaum yang saling mengasihi sesama mereka semata-mata kerana Allah, bukan kerana hubungan silaturrahim atau kerana harta. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka bercahaya, mereka memiliki beberapa mimbar yang bercahaya. Mereka tidak takut dikala manusia lain merasa takut, dan mereka tidak sedih dikala manusia lain merasa sedih. Lalu Rasulpun membaca ayat 62-63 dari surah Yunus:
Maksudnya: Ingatlah, sesungguhnya Wali Wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Iaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (Yunus: 62-63)
Berdasarkan ayat dan hadis diatas dapatlah disimpulkan:
Syarat utama untuk menjadi Wali Allah: Iman dan Taqwa.
Wali Allah sangat tinggi darjatnya disisi Allah. Atas sebab inilah jika sesiapa yang memusuhi Wali Wali Allah iaitu mukmin yang bertaqwa maka itu bererti ia memusuhi Allah dan Allah maklumkan perang kepada orang tersebut. Setelah Allah swt menjelaskan amaran-Nya terhadap orang yang memusuhi dan membenci Wali-Nya, lalu selanjutnya Allah menyebut pula beberapa sifat yang dimiliki oleh Wali-Nya yang kerana sifat-sifat itulah menjadikan mereka hampir dengan-Nya.
Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan sesuatu pekerjaan yang lebih Aku sukai daripada ia melakukan apa yang telah difardhukan keatasnya.
Amalan fardhu: Segala amalan yang wajib dilaksanakan oleh hamba. Amalan wajib adalah asas, sedangkan amalan sunat pula adalah binaan. Kekukuhan binaan sangat tergantung kepada kemantapan asas. Setiap mukmin dikehendaki supaya menyediakan asas sebelum mendirikan binaan. Dengan kata lain mukmin mestilah mengutamakan amalan wajib sebelum ia melakukan amalan sunat. Atas dasar itulah maka amalan wajib adalah amalan yang paling disukai dan dicintai oleh Allah swt.
Dan sentiasalah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melakukan amalan sunat sehingga Aku cinta kepadanya.
Amalan Sunat (An Nawaafil): Selain amalan yang difardhukan. Dan dengan amalan tersebut menjadikan seseorang lebih dicintai dan dikasihi oleh Allah swt. Adapun amalan sunat yang paling istimewa dan disukai oleh Allah ialah tilawah Al Quran, mendengarnya, memahami atau menghayati (tadabbur) maknanya. Ini disebabkan biasanya tidak ada yang paling manis bagi orang yang sedang bercinta melainkan ingat dan mengulang ulangi kata-kata orang yang dicintainya. Dan juga memperbanyakkan amalan sunat lain seperti solat, puasa, sedekah, zikir dan sebagainya. Apabila amalan-amalan itu telah dilazimkan secara terus-menerus akan bersebatilah dirinya dengan amalan tersebut, sehingga seolah-olah dipandang wajib, yakni ia akan merasa kurang senang apabila tertinggal salah satu daripadanya, padahal amalan itu tiada lain melainkan sunat belaka.
Rasulullah SAW. bersabda: Tidak ada yang dapat mengimbangi dalam mendekatkaan dirimu kepada Allah daripada apa yang keluar daripada-Nya (yakni Al Quran). (HR Tarmidzi dari Abi Umamah)
Othman Ibnu Afan berkata: Sekiranya hatimu benar-benar bersih nescaya kamu tidak akan merasa kenyang daripada Kalam Tuhanmu.
Jadi berdasarkan keterangan diatas jelaslah bahawa Wali Allah itu terbagi kepada dua darjat:
Mukmin yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT hanya dengan melakukan amalan fardhu saja dan menjauhkan diri dari perkara haram. Mereka inilah golongan Muqtasidun atau Ashaabul Yamin atau Al Abraar. Dan amal badan yang fardhu yang paling istimewa adalah solat kerana ketika itu Allah sangat hampir dengannya terutama ketika ia sedang sujud. Allah berfirman: Wasjud Waqtarib ( Al ‘Alaq : 19 )
Mukmin yang mendekatkan dirinya kepada Allah bukan hanya sekadar melakukan amalan fardhu tetapi juga memperbanyak amalan nawaafil yakni amalan sunat dan selain mereka meninggalkan perkara haram, mereka juga menjauhi perkara makruh. Mereka inilah yang dinamakan dengan golongan Assaabiquun Bil Khairaat atau Assabiquun Al Muqarrabuun.
Dan tentu saja dalam hal ini golongan yang kedua adalah lebih disukai dan darjatnya lebih tinggi disisi Allah SWT.
Maka apabila Aku telah mencintainya, adalah Aku yang menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia menampar dengannya, dan kakinya yang ia berjalan dengannya.
Al Fudhail Ibnu 'Iyadh berkata: Sesungguhnya Allah telah berfirman:
Adalah dusta orang yang mendakwa cinta kepada-Ku tetapi dia tidur daripada-Ku, bukankah setiap orang yang sedang dilamun cinta sangat suka kalau sentiasa berkhalwat (bersunyi-sunyi) dengan kekasihnya? "Inilah Aku yang sentiasa memerhatikan kekasih-kekasih-Ku, sungguh mereka telah jelmakan Aku dalam pandangan mereka, berdialog dengan-Ku seolah-olah mereka menyaksikan Aku, bercakap dengan-Ku seolah-olah Aku hadir dihadapan mereka. Esok akan Aku senangkan hati kamu di dalam syurga-syurga-Ku. Perasaan ini sentiasa tersemat kukuh dihati mereka sehingga tidak ada didalam hati mereka kecuali Aku. Oleh itu tidak ada yang muncul dari anggota mereka melainkan selaras dan sesuai dengan apa yang ada di dalam hati mereka.
Jadi orang yang beginilah yang berhak mendapat kasih sayang Allah. Allah akan balas amalan mereka yang ikhlas itu dengan melimpahkan keberkatan-Nya, memimpinnya ke jalan yang selamat dan sejahtera. Maka ketika itulah Allah akan menjadi pendengarannya ketika dia mendengar, menjadi penglihatannya ketika dia melihat, menjadi tangannya ketika dia menampar, menjadi kakinya ketika dia berjalan.
Allah sentiasa memelihara pendengarannya, penglihatannya kakinya dan tangannya daripada gangguan Iblis. Allah selalu didalam hatinya ketika dia mendengar, melihat, menampar, berjalan. Dan kalau hatinya selalu ingat kepada Allah sudah tentu ia tidak akan menyeleweng. Bererti orang yang sedang dicintai Allah Ta'ala itu sentiasa berada dalam naungan Tuhan, sehingga segala gerak-gerinya diarahkan kepada segala perbuatan yang diridhainya semata. Sebab Allah s.w.t tidak ingin kita melakukan yang mungkar, padahal hawa nafsu kita pula sangat cenderung kepada yang mungkar itu. Hanya orang yang dirahmati Tuhan sajalah yang akan terselamat dari angkara hawa nafsu, dan mereka itulah orang-orang yang berada di dalam perlindungan Tuhan dan naunganNya. Tidak ramai manusia yang bakal sampai ke tingkat yang tertinggi ini, namun tidak mustahil, dia akan mencapai tingkat tersebut apabila hatinya telah sebati dengan semua taqarrub dan amalan yang selalu dikerjakan itu. Sebab di situlah tempat yang dapat dirasakan ketenangan hatinya yang hakiki, yakni bila berhadapan dengan Allah Ta'ala, dan dirasakan nikmat kemanisan munajat kepadaNya. Hal-hal serupa ini adalah hal-hal maknawi dan terlalu halus, yang tiada dapat diungkapkan dan disifatkan oleh sang hamba itu sendiri. Apa yang dirasakan itu tidak perlu diberitakan kepada yang lain, kerana itu adalah sesuatu hakikat kekurniaan yang dikhususkan Tuhan baginya sebagai rahsia yang tidak boleh didedahkan kepada umum, kerana dikhuatiri nanti dimakan riya' serta dijerumuskan syaitan ke jurang ujub dan medan megah diri yang akan membinasakan itu. Maka kekallah sang hamba itu dengan rahsia Tuhannya yang diilhamkan di hatinya dan seluruh jiwanya.
Dan sesungguhnya, jika ia meminta kepada-Ku nescaya Aku berikan kepadanya; Dan sesungguhnya, jika ia memohon perlindungan kepada-Ku nescaya akan Aku berikan perlindungan kepadanya.
Bahagian ini pula menyatakan bahawa doa dan permohonan para Wali Allah akan segera dikabulkan. Ini adalah kesan dari sikap mereka yang sentiasa mendekatkan diri kepada Allah, apakah melalui amalan wajib ataupun amalan sunat.
Mudah-mudahan kita juga diberikan dorongan dan kekuatan hati untuk menuju ke sana pada suatu hari nanti, tetapi hendaklah kita melazimkan diri untuk berbuat taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) dan nawafil dengan hati sungguh-sungguh dan ikhlas yamg murni. Dan juga sering bermujahadah (melawan hawa nafsu). Amin.
Golongan inilah yang cuba dijelaskan oleh Rasulullah kepada Saidina Omar Ibnu Al Khattab RA dalam dialog mereka:
Rasul: Para Nabi dan para syuhada akan cemburu kepada segolongan hamba Allah kelak diakhirat kerana kedudukan mereka yang tinggi di sisi Allah padahal mereka bukan para Nabi.
Omar: Siapakah mereka wahai Rasul?
Rasul: Mereka ialah satu kaum yang saling mengasihi sesama mereka semata-mata kerana Allah, bukan kerana hubungan silaturrahim atau kerana harta. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka bercahaya, mereka memiliki beberapa mimbar yang bercahaya. Mereka tidak takut dikala manusia lain merasa takut, dan mereka tidak sedih dikala manusia lain merasa sedih. Lalu Rasulpun membaca ayat 62-63 dari surah Yunus:
Maksudnya: Ingatlah, sesungguhnya Wali Wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Iaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (Yunus: 62-63)
Berdasarkan ayat dan hadis diatas dapatlah disimpulkan:
Syarat utama untuk menjadi Wali Allah: Iman dan Taqwa.
Wali Allah sangat tinggi darjatnya disisi Allah. Atas sebab inilah jika sesiapa yang memusuhi Wali Wali Allah iaitu mukmin yang bertaqwa maka itu bererti ia memusuhi Allah dan Allah maklumkan perang kepada orang tersebut. Setelah Allah swt menjelaskan amaran-Nya terhadap orang yang memusuhi dan membenci Wali-Nya, lalu selanjutnya Allah menyebut pula beberapa sifat yang dimiliki oleh Wali-Nya yang kerana sifat-sifat itulah menjadikan mereka hampir dengan-Nya.
Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan sesuatu pekerjaan yang lebih Aku sukai daripada ia melakukan apa yang telah difardhukan keatasnya.
Amalan fardhu: Segala amalan yang wajib dilaksanakan oleh hamba. Amalan wajib adalah asas, sedangkan amalan sunat pula adalah binaan. Kekukuhan binaan sangat tergantung kepada kemantapan asas. Setiap mukmin dikehendaki supaya menyediakan asas sebelum mendirikan binaan. Dengan kata lain mukmin mestilah mengutamakan amalan wajib sebelum ia melakukan amalan sunat. Atas dasar itulah maka amalan wajib adalah amalan yang paling disukai dan dicintai oleh Allah swt.
Dan sentiasalah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melakukan amalan sunat sehingga Aku cinta kepadanya.
Amalan Sunat (An Nawaafil): Selain amalan yang difardhukan. Dan dengan amalan tersebut menjadikan seseorang lebih dicintai dan dikasihi oleh Allah swt. Adapun amalan sunat yang paling istimewa dan disukai oleh Allah ialah tilawah Al Quran, mendengarnya, memahami atau menghayati (tadabbur) maknanya. Ini disebabkan biasanya tidak ada yang paling manis bagi orang yang sedang bercinta melainkan ingat dan mengulang ulangi kata-kata orang yang dicintainya. Dan juga memperbanyakkan amalan sunat lain seperti solat, puasa, sedekah, zikir dan sebagainya. Apabila amalan-amalan itu telah dilazimkan secara terus-menerus akan bersebatilah dirinya dengan amalan tersebut, sehingga seolah-olah dipandang wajib, yakni ia akan merasa kurang senang apabila tertinggal salah satu daripadanya, padahal amalan itu tiada lain melainkan sunat belaka.
Rasulullah SAW. bersabda: Tidak ada yang dapat mengimbangi dalam mendekatkaan dirimu kepada Allah daripada apa yang keluar daripada-Nya (yakni Al Quran). (HR Tarmidzi dari Abi Umamah)
Othman Ibnu Afan berkata: Sekiranya hatimu benar-benar bersih nescaya kamu tidak akan merasa kenyang daripada Kalam Tuhanmu.
Jadi berdasarkan keterangan diatas jelaslah bahawa Wali Allah itu terbagi kepada dua darjat:
Mukmin yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT hanya dengan melakukan amalan fardhu saja dan menjauhkan diri dari perkara haram. Mereka inilah golongan Muqtasidun atau Ashaabul Yamin atau Al Abraar. Dan amal badan yang fardhu yang paling istimewa adalah solat kerana ketika itu Allah sangat hampir dengannya terutama ketika ia sedang sujud. Allah berfirman: Wasjud Waqtarib ( Al ‘Alaq : 19 )
Mukmin yang mendekatkan dirinya kepada Allah bukan hanya sekadar melakukan amalan fardhu tetapi juga memperbanyak amalan nawaafil yakni amalan sunat dan selain mereka meninggalkan perkara haram, mereka juga menjauhi perkara makruh. Mereka inilah yang dinamakan dengan golongan Assaabiquun Bil Khairaat atau Assabiquun Al Muqarrabuun.
Dan tentu saja dalam hal ini golongan yang kedua adalah lebih disukai dan darjatnya lebih tinggi disisi Allah SWT.
Maka apabila Aku telah mencintainya, adalah Aku yang menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia menampar dengannya, dan kakinya yang ia berjalan dengannya.
Al Fudhail Ibnu 'Iyadh berkata: Sesungguhnya Allah telah berfirman:
Adalah dusta orang yang mendakwa cinta kepada-Ku tetapi dia tidur daripada-Ku, bukankah setiap orang yang sedang dilamun cinta sangat suka kalau sentiasa berkhalwat (bersunyi-sunyi) dengan kekasihnya? "Inilah Aku yang sentiasa memerhatikan kekasih-kekasih-Ku, sungguh mereka telah jelmakan Aku dalam pandangan mereka, berdialog dengan-Ku seolah-olah mereka menyaksikan Aku, bercakap dengan-Ku seolah-olah Aku hadir dihadapan mereka. Esok akan Aku senangkan hati kamu di dalam syurga-syurga-Ku. Perasaan ini sentiasa tersemat kukuh dihati mereka sehingga tidak ada didalam hati mereka kecuali Aku. Oleh itu tidak ada yang muncul dari anggota mereka melainkan selaras dan sesuai dengan apa yang ada di dalam hati mereka.
Jadi orang yang beginilah yang berhak mendapat kasih sayang Allah. Allah akan balas amalan mereka yang ikhlas itu dengan melimpahkan keberkatan-Nya, memimpinnya ke jalan yang selamat dan sejahtera. Maka ketika itulah Allah akan menjadi pendengarannya ketika dia mendengar, menjadi penglihatannya ketika dia melihat, menjadi tangannya ketika dia menampar, menjadi kakinya ketika dia berjalan.
Allah sentiasa memelihara pendengarannya, penglihatannya kakinya dan tangannya daripada gangguan Iblis. Allah selalu didalam hatinya ketika dia mendengar, melihat, menampar, berjalan. Dan kalau hatinya selalu ingat kepada Allah sudah tentu ia tidak akan menyeleweng. Bererti orang yang sedang dicintai Allah Ta'ala itu sentiasa berada dalam naungan Tuhan, sehingga segala gerak-gerinya diarahkan kepada segala perbuatan yang diridhainya semata. Sebab Allah s.w.t tidak ingin kita melakukan yang mungkar, padahal hawa nafsu kita pula sangat cenderung kepada yang mungkar itu. Hanya orang yang dirahmati Tuhan sajalah yang akan terselamat dari angkara hawa nafsu, dan mereka itulah orang-orang yang berada di dalam perlindungan Tuhan dan naunganNya. Tidak ramai manusia yang bakal sampai ke tingkat yang tertinggi ini, namun tidak mustahil, dia akan mencapai tingkat tersebut apabila hatinya telah sebati dengan semua taqarrub dan amalan yang selalu dikerjakan itu. Sebab di situlah tempat yang dapat dirasakan ketenangan hatinya yang hakiki, yakni bila berhadapan dengan Allah Ta'ala, dan dirasakan nikmat kemanisan munajat kepadaNya. Hal-hal serupa ini adalah hal-hal maknawi dan terlalu halus, yang tiada dapat diungkapkan dan disifatkan oleh sang hamba itu sendiri. Apa yang dirasakan itu tidak perlu diberitakan kepada yang lain, kerana itu adalah sesuatu hakikat kekurniaan yang dikhususkan Tuhan baginya sebagai rahsia yang tidak boleh didedahkan kepada umum, kerana dikhuatiri nanti dimakan riya' serta dijerumuskan syaitan ke jurang ujub dan medan megah diri yang akan membinasakan itu. Maka kekallah sang hamba itu dengan rahsia Tuhannya yang diilhamkan di hatinya dan seluruh jiwanya.
Dan sesungguhnya, jika ia meminta kepada-Ku nescaya Aku berikan kepadanya; Dan sesungguhnya, jika ia memohon perlindungan kepada-Ku nescaya akan Aku berikan perlindungan kepadanya.
Bahagian ini pula menyatakan bahawa doa dan permohonan para Wali Allah akan segera dikabulkan. Ini adalah kesan dari sikap mereka yang sentiasa mendekatkan diri kepada Allah, apakah melalui amalan wajib ataupun amalan sunat.
Mudah-mudahan kita juga diberikan dorongan dan kekuatan hati untuk menuju ke sana pada suatu hari nanti, tetapi hendaklah kita melazimkan diri untuk berbuat taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) dan nawafil dengan hati sungguh-sungguh dan ikhlas yamg murni. Dan juga sering bermujahadah (melawan hawa nafsu). Amin.
Friday, February 4, 2011
....persahabatan dalam islam....
Assalamualaikum sahabat,
Disini ana ingin berkongsi tentang sehabat ana Nur atiQah diteratak .: Sebelum Mata Terlena :.
Walaupun sudah lama ana tidak berjumpa dengan atiqah, kenangan bersama dia tetap segar dalam ingatan ana. Dalam kepayahan hidup atiqah seorang gadis yang cacat penglihatan tetap bersyukur pada ilahi. Namun kegigihannya ingin menimba ilmu pengetahuan tidak melemahkannya untuk bersekolah seperti orang lain yang tidak cacat penglihatan.
![]() |
| norhayati.blogspot.com |
mengimbau kembali kali pertama saya mengenali atiqah,,,
ketika itu umur ana baru mencecah 16tahun..ana merupakan pelajar baru yang mendaftar diri di Sek,Men,Keb, Alma, P.Pinang. Lantaran ana pelajar baru, ana ditempatkan dihadapan sekali bersebelahan seorang gadis yang ana tidak kenali. Ana sempat menghadiahkan sebuah senyuman kepadanya, memandangkan dia memaling muka kearah ana dan matanya memandang ana. Tetapi sayang senyuman ana hanya berlalu begitu sahaja tanpa ada balasan daripada gadis itu. Dalam hati ana bercampur baur kekecewaan kerana beranggapan gadis itu tidak sudi berkawan dengan ana. Namun dalam keterpaksaan ana cuba sekali lagi menghadiahkan senyuman. Dia tetap sama hanya memandang dengan mata tidak berkerlip kearah ana tanpa membalas senyuman ana. Loceng berbunyi menandakan waktu rehat. Semua pelajar meninggalkan kelas kecuali gadis yang berada disebelah ana dan seorang gadis yang bernama marhanim. Ana melihat dia memegang tangan gadis yang berada disebelah ana sambil menjemput ana rehat bersama. Dalam perjalanan ke kantin Marhanim telah mencerita segala-galanya, barulah ana mengetahui hal sebenar mengapakah gadis yang berada disebelah ana tidak membalas senyuman ana. Rupa-rupanya dia mengalami cacat penglihatan sejak lahir, namanya sungguh cantik iaitu Nur atiqah. Marhanim memberitahu ana di Sekolah itu memang menyediakan asrama dan tempat orang-orang cacat penglihatan. Oleh hal demikian, menjadi rutin marhanim mengahantar atiQah ketempat asramanya 10minit sebelum masa balik. Kadang-kadang ana sukarela mengikut marhanim menghantar atiQah ke asramanya.
Sejak hari itu, ana menjadi rapat dengan atiQah dan marhanim. Tiba-tiba marhanim mendapat tawaran belajar di Sekolah Berasrama Penuh. Kesedihan dimuka atiQah jelas kelihatan walaupun dia tidak mempamerkan. Ana juga turut bersedih baru sahaja ingin rapat dengan marhanim dia terpaksa pergi. Sebelum marhanim pergi dia siap menghadiahkan sekotak kek sebagai tanda perpisahan. Sejak itu, analah yang memikul tanggungjawab menghantar atiQah ke asramanya. Hasrat murni ana itu telah mendapat pujian daripada guru-guru ana hal ini ana sudi menolong atiQah. Kata guru-guru dia berharap lebih ramai lagi pelajar tampil kehadapan menolong orang kurang upaya. Bagi ana menolong orang hendaklah ikhlas bukan mengharap pembalasan, Insyaallah Allahswt akan membalas kembali kebaikan yang kita lakukan. Semasa dalam perjalanan menghantar atiQah ana sempat bertanya kepada atiQah seandai suatu ketika ana tiada dan tiada seorang pun dalam kelas selain ana yang sudi menghantar atiQah balik asrama, macammanakah atiQah ingin balik? AtiQah berkata: Saya masih boleh balik kerana saya dibekalkan tongkat dan saya diajar kiraan langkah. Begitu menyentuh hati ana ketika itu kerana gadis yang bernama AtiQah tidak pernah kenal erti putus asa. Dalam perjalanan juga ana selitkan cerita-cerita lucu dan kelakar dengan niat untuk melihat atiQah gembira.
Semasa tiada kelas, ana melihat atiQah begitu tekun menaip mesin braille kepunyaannya. Ana sempat belajar daripadanya titik-titik yang ditaipnya. Pernah sekali ana bertanya kepada atiQah apakah yang ditaipnya yang begitu tekun. AtiQah berkata : mengarang novel. Ana tersenyum lantas berkata : atiQah karang banyak-banyak nanti saya boleh baca. atiQah tersenyum sambil berkata : boleh. Tanpa menganggu atiQah ana menyiapkan kerja matematik yang diberi oleh guru. Sesekali penat memerah otak ana bertanya lagi kepada atiQah kerana melihat dia berhenti menaip. Ana bertanya : atiQah apa cita-cita awak? AtiQah berkata : Saya ingin menjadi seorang ustazah. Ana terfikir sendiri atiQah memang layak menjadi ustazah kerana dia satu-satunya pelajar yang terpilih mewakili sekolah dalam pertandingan tilawah al-quran dan dia mendapat tempat naib johan sungguh mengagumkan walaupun buta penglihatan tetapi hati tetap cerah dan mampu meghafal al-quran. Itulah anugerah yang diberi oleh allahswt kepada orang cacat penglihatan.
Di akhir tahun tingkatan 4, ana berpindah sekolah ke kelantan sejak itu tiada lagi bayangan atiQah setiap pertemuan ada perpisahan. Moga allahswt temukan kembali ana dan atiQah seandai dia masih mengingati diri ini lagi meskipun 7 tahun sudah berlalu..
.: p/s : Wahai insan ingatlah kamu hidup didunia tiada abadi sebelum terlambat sedarlah diri buatlah amal sebelum mati, iman dan taqwa letak dijiwa bahagia hidup sepanjang masa :.
![]() | |||||
| MOGA ALLAHSWT MEMBERI SINAR KEPADA NUR ATIQAH |
Monday, January 10, 2011
... Kalam allahswt....
Assalamualaikum sahabat sudah lama rasanya saya tidak mencoret sesuatu diteratak usang
.: Sebelum Mata Terlena :.
.: Sebelum Mata Terlena :.
![]() |
| -n0Rhayati.Blogsport- |
" Sesunguh tiada khazanah yg berharga melain al-quran "
Thursday, January 6, 2011
...Jika aku jatuh cinta...
![]() |
| Princess Youriey.blogspot |
Ya Allah jika aku jatuh cinta,
Cintakan aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu,
Agar bertambah kekuatanku mencintaiMu.
Ya Muhaimin jika aku jatuh hati,
Izinkanlah aku menyentuh hati
Seseorang yang hatinya tertaut padaMu,
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu.
Ya Rabbana jika aku jatuh hati,
Jagalah hatiku agar tidak berpaling daripada hatiMu.
Ya Rabbul Izzati jika aku rindu, Rindukanlah aku pada seseorang
Yang merindui syahid di jalanMu
Ya Allah jika aku menikmati cinta kekasihMu,
Janganlah kenikmatan itu melebihi
Kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu.
Ya Allah jika aku jatuh hati pada kekasihMu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh
Dalam perjalanan jauh menyeru manusia kepadaMu.
Ya Allah jika kau halalkan aku merindui kekasihMu,
Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku
Pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu.
Amiin…
Subscribe to:
Comments (Atom)








